
Akhir bulan kemarin aku,suami dan papa tercinta pergi ke Pekanbaru. untuk menengok kakak perempuan kami yang tengah mengandung 5 bulan .Gak tau kenapa Pekanbaru adalah kota yang sangat ingin kukunjungi.Alhamdulillah akhirnya kesampean.
***
Pekanbaru itu menurutku kota yg masih lebih kecil daripada Jakarta. Alhasil, lalu-lintasnya ga ruwet. Kemana-mana masih berasa dekat. Jalan-jalannya berujung di satu jalan besar, Jalan Sudirman.
Masih kayak kota baru gitu. Enak, deh!
Di sini juga banyak ruko-ruko dan perumahan yg mana menurutku lagi, hal ini adalah suatu hal yg wajar mengingat kota yg sedang berkembang. [Tenang aja, pembangunan ruko-ruko dan perumahannya ga se-ekstrim Batam, kok..]
Dan yang sangat mengagumkan lagi ditengah modernisasi yang menggilas Pekanbaru tetap mempertahankan budayanya.
Belum lagi nama2 jalan di Pekanbaru itu menggunakan tulisan Arab Melayu juga (Arab Gundul), bahkan beberapa perkantoran pun udah mule pake plang dengan 2 tulisan - latin dan Arab Melayu, mencerminkan orang Riau itu berkebangsaan Melayu dan dominan Muslim.

***
Tempat yg sempat aku datengin kemaren cuma Pasar Bawah dan Masjid Agung An-Nur.
Pasar Bawah termasuk daerah wisata. (Tapi jangan bayangkan seperti Floating Market di Thailand, karena bentuknya seperti pasar biasa saja.) Di pasar ini banyak dijual barang2 dari Malay dengan harga miring gitu..
Mesjid Agung An-Nur merupakan mesjid propinsi dengan bentuk bangunan yang menarik dilengkapi tiang besar dan tinggi melambangkan kebesaran-Nya, terletak di pusat kota Pekanbaru, mempunyai fasilitas lengkap sebagai Islamic Centre serta dilengkapi pula taman yang indah dan luas.
Trus, katanya di daerah Simpang Tiga ada museum yg menyimpan Al-Qur'an besar kalo ga salah. Ah, kurang tau juga. Next time lah ya! I nak cari tahu soal Kerajaan Melayu..